Menjelang Rotasi Mutasi Jabatan, Bupati KBB Diingatkan Waspadai “Bisikan” Lingkaran
BANDUNG BARAT ROIS7
tmosfer di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB) Provinsi Jawa Barat kian menghangat menyusul rencana agenda Rotasi dan Mutasi (Romut) pejabat untuk eselon II, III, dan IV. Fenomena ini memicu berbagai tanggapan dari tokoh masyarakat dan pengamat birokrasi, salah satunya dari Ir. Apung Hadiat Purwoko, M.Si.
Sorotan Terhadap Integritas Penempatan Pejabat
Ir. Apung Hadiat Purwoko memberikan peringatan keras kepada Bupati agar sangat berhati-hati dalam menentukan figur yang akan mengisi kursi jabatan strategis. Menurutnya, proses pemindahan atau promosi jabatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan penentu masa depan pelayanan publik di KBB.
Bupati harus benar-benar jeli dan objektif. Jangan sampai penempatan pejabat didasari oleh faktor kedekatan atau sekadar memenuhi keinginan pihak tertentu,” ujar Apung dalam keterangannya.
Waspada Terhadap “Bujukan” Orang Terdekat
Salah satu poin krusial yang ditekankan oleh Apung adalah potensi intervensi dari orang-orang di sekeliling pimpinan daerah. Ia menghimbau agar Bupati tidak mudah tergiur atau terpengaruh oleh bujukan pihak-pihak yang memiliki kepentingan pribadi atau kelompok dalam gerbong rotasi kali ini.
Poin Utama Peringatan Ir. Apung Hadiat Purwoko:
Objektivitas Mutlak: Penentuan jabatan harus didasarkan pada kompetensi, rekam jejak, dan integritas (meritokrasi).
Filter Informasi: Bupati diminta waspada terhadap “bisikan” atau rekomendasi yang tidak memiliki dasar kinerja yang jelas.
Stabilitas Birokrasi: Salah menempatkan orang ( wrong man in the wrong place ) akan menghambat percepatan pembangunan di Bandung Barat.
Tantangan bagi Kepala Daerah
Menjelang pelaksanaan Romut, publik kini menyoroti sejauh mana komitmen Pemda KBB dalam menjaga transparansi. Ir. Apung Hadiat Purwoko ini menjadi pengingat bagi pimpinan daerah bahwa setiap keputusan yang diambil akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat.
Hingga berita ini diturunkan, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemda KBB masih menunggu kepastian jadwal dan daftar nama yang akan masuk dalam gerbong perubahan jabatan tersebut.








