Halal Bihalal DLH: Pererat Silaturahmi, Ungkap Kekurangan Armada dan Kondisi TPA

BANDUNG BARAT – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat menggelar acara Halal Bihalal bersama seluruh jajaran, mulai dari pejabat struktural hingga para supir dan kenek pengangkut sampah. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk saling memaafkan dan mempererat kebersamaan usai menjalankan ibadah puasa.

Acara yang berlangsung hangat ini dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026, bertempat di kantor UPT Pengelolaan Sampah, Jalan Gedung Lima, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, hadir langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ibrahim Aji, Sekretaris Dinas, para Kepala Bidang, Kepala UPT, serta seluruh staf dan awak truk sampah. Mereka saling bersalaman, berpelukan, dan memohon maaf atas kesalahan yang terjadi baik disengaja maupun tidak disengaja.

Kembali ke Fitrah, Bersih Seperti Bayi Lahir

Mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, momen Idul Fitri dimaknai sebagai kembali kepada fitri, yaitu kondisi suci bersih bagaikan bayi yang baru lahir, bebas dari noda dan dosa. Hal ini menjadi dasar utama digelarnya acara ini.

“Dengan momen halal bihalal ini, kita pererat tali silaturahmi dari atasan sampai bawahan. Kita saling maaf-memaafkan atas segala dosa-dosa baik yang disengaja maupun tidak. Saling berjabatan tangan dan berpelukan menjadi tanda kita saling membebaskan diri dari kesalahan masing-masing,” ujar Ibrahim Aji, Kepala DLH KBB dalam sambutannya.

Realita Lapangan: Armada Kurang, Hanya 40 Unit Layak Operasi

Di sela-sela acara kebersamaan tersebut, Ibrahim Aji juga membuka suara mengenai kondisi riil pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung Barat. Ia mengakui bahwa saat ini masih terdapat banyak kekurangan, terutama dari segi armada pengangkut.

“Sebetulnya armada yang kita miliki masih banyak kekurangan. Ini yang mengakibatkan ada beberapa desa yang terlambat dalam pengangkutan sampah,” tegasnya.

Dari data yang ada, armada yang layak operasi dan bisa mengangkut sampah hanya berjumlah sekitar 40 unit. Padahal, kebutuhan ideal untuk melayani seluruh wilayah diperkirakan mencapai 130 unit.

“Dari 40 unit tersebut, baru bisa melayani 10 Kecamatan. Sisanya, masih ada beberapa desa yang pelayanannya terlambat karena keterbatasan kendaraan,” tambahnya.

Kondisi TPA Sudah Overload

Sementara itu, H. Sharia, S.Sos selaku Kepala UPT menambahkan kendala lain yang dihadapi di lapangan. Selain armada yang minim, kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) saat ini sudah mengalami overload atau penumpukan berlebih.

“Kondisi TPA-nya sendiri sudah overload. Jadi kami bekerja sesuai aturan yang ditetapkan di sana. Kalau armada mencukupi, pasti pelayanan pengangkutan bisa maksimal,” jelas Sharia.

Upaya penambahan armada sebenarnya sudah terus diupayakan. Namun, realisasi anggaran menjadi kendala utama.

“Upaya pengadaan sudah ditempuh tapi belum terlaksana. Di tahun 2025 nilai pagu anggaran kurang, sehingga pembelian batal dilakukan karena harga dari perusahaan mengalami kenaikan yang cukup lumayan. Alhamdulillah, di tahun 2026 ini ada tambahan, meski saat ini baru menyewa 3 unit kendaraan dari pihak ketiga. Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi pembelian armada baru,” harapnya.

Imbauan ke Masyarakat: Jangan Campur Sampah Organik dan Non-Organik

Sebagai penutup, pihak DLH kembali menegaskan harapan besar kepada masyarakat untuk turut serta membantu kinerja petugas. Salah satu kunci utamanya adalah melalui pemilahan sampah di sumbernya.

“Kami menegaskan kepada masyarakat agar bisa memilah dan memilih sampah. Jangan sampai mencampur antara sampah organik dan non-organik. Khususnya, jangan membuang sampah organik langsung ke TPA,” pungkasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tidak hanya hubungan internal yang semakin kuat, tetapi juga sinergi dengan masyarakat semakin baik dalam menjaga kebersihan lingkungan Kabupaten Bandung Barat.***

Tjandra