Dinas PUPR Bandung Barat Kucurkan Rp163 Juta Benahi Irigasi Cilangkap V Cipeundeuy
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) merespons keluhan petani terkait pasokan air pasca-kemarau dengan menormalisasi serta membangun benteng penahan tanah (keermuur) di Daerah Irigasi Cilangkap V, Desa Bojong Mekar, Kecamatan Cipeundeuy. Langkah cepat ini diambil guna mengamankan ketahanan pangan lokal menghadapi masa tanam mendatang.

Ketua Pelaksana Proyek, Eman Suherman, memaparkan bahwa pengerjaan fisik di lapangan sudah dimulai secara bertahap. Proyek infrastruktur vital ini menelan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) KBB Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp163.548.926,00. Sesuai surat perjanjian kerja bernomor 602.1/SPK/OP.06/BSDA/VII/2026, pengerjaan dipercayakan penuh kepada kontraktor lokal CV. Naga Mas Jaya.
Kondisi saluran air di kawasan Cilangkap V selama ini mengalami pengendapan lumpur dan kerentanan longsor pada tebing sungai, yang kerap memicu pendangkalan serta menyumbat pasokan air ke areal pesawahan warga. Kehadiran keermuur baru setinggi beberapa meter diproyeksikan mampu menahan erosi tanah secara permanen sekaligus memaksimalkan laju debit air menuju sawah-sawah produktif di Cipeundeuy.
Selain berfokus pada kualitas fisik bangunan, pihak pelaksana menerapkan standar Ketenagakerjaan dan Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) secara ketat di area proyek. Manajemen memastikan seluruh pekerja dilengkapi alat pelindung diri (APD) standar guna meminimalisasi risiko kecelakaan kerja selama masa konstruksi 90 hari ke depan.
Dinas PUPR KBB mengonstruksi target agar seluruh tahapan pengerjaan rampung tepat waktu sebelum puncak musim hujan tiba. Dengan berfungsinya kembali saluran irigasi Cilangkap V secara optimal, ratusan hektar lahan pertanian di Desa Bojong Mekar dipastikan tidak lagi mengalami krisis air, sehingga indeks pertanaman dan hasil panen raya petani lokal dapat meningkat drastis.
Tjandraz.







