Polemik Pembangunan Sekolah Rakyat Cijambu: Terganjal Sutet, Disperkim KBB Buka Suara Usai Dikritik Pemerhati
BANDUNG BARAT, ROIS7
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dipastikan mandek. Proyek yang dinanti-nanti warga tersebut terbentur restu pusat lantaran masalah keselamatan lokasi.selasa 23/6
Menanggapi tudingan miring mengenai lambannya respons pemerintah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) KBB, Anni Roslianti, ST., MM., akhirnya angkat bicara. Anni membantah keras jika pihaknya disebut menutup mata atau mengabaikan aspirasi warga Cijambu.
Melalui pesan singkat WhatsApp, Anni membeberkan fakta lapangan bahwa lokasi lahan yang diusulkan warga ternyata masuk dalam zona bahaya infrastruktur kelistrikan nasional.
“Maaf, bukan enggak direspons. Tanah yang dimaksud sudah disurvei, dan ternyata ada SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) di lokasi tersebut. Oleh Kementerian PU (Pekerjaan Umum) tidak disetujui,” tegas Anni, memberikan klarifikasi gamblang.
Ia juga menambahkan bahwa aparatur desa setempat telah proaktif mengawal masalah ini. “Selain itu, Kepala Desa Cijambu juga sudah datang langsung ke kantor Dinas untuk menanyakan masalah tersebut,” lanjutnya.
Dikritik Pemerhati Pendidikan: “Jangan Beri Harapan Palsu!”
Meski alasan keselamatan menjadi dasar penolakan dari Kementerian PU, pembatalan sepihak ini memicu reaksi keras dari kalangan pemerhati kebijakan publik dan pendidikan.
Ir. Apung Hadiat Purwoko, M.Si., selaku pemerhati pendidikan, menyayangkan minimnya transparansi dan alternatif solusi dari Pemerintah Daerah (Pemda) KBB sejak awal perencanaan. Menurutnya, kegagalan di satu titik tidak boleh mengorbankan hak pendidikan anak-anak di Cipongkor secara keseluruhan.
“Kalau lahan yang di Kecamatan Cipongkor itu memang tidak memenuhi kriteria teknis, lalu bagaimana dengan alternatif lokasi lainnya? Pemda harus transparan,” cecar Apung saat dimintai tanggapan di tempat terpisah.
Apung mendesak Disperkim dan dinas terkait untuk segera memberikan kejelasan konkret dan tidak membiarkan polemik ini berlarut-larut menjadi bom waktu di tengah masyarakat.
“Tolong beri penjelasan yang utuh dan solutif. Jangan sampai warga masyarakat terus berharap tanpa ada kepastian, sementara anak-anak mereka butuh kepastian fasilitas sekolah,” cetus Apung dengan nada tajam.
Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Cijambu masih menunggu langkah taktis Pemda KBB—apakah akan melakukan relokasi pencarian lahan baru yang aman dari SUTET, atau proyek Sekolah Rakyat di kawasan tersebut terpaksa dieliminasi total. **(TIM)**







