Peringati HUT Ke-3, Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Gaungkan Tegas: Rampas Aset Dan Hukuman Mati Bagi Koruptor

 

BANDUNG BARAT – 5/9/26 Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 dengan penuh khidmat dan semangat perjuangan. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, ini mengusung tema besar yang kontroversial namun tegas, yaitu “Rampas Aset Dan Hukum Mati Korupsi”.

Kegiatan peringatan ini bertempat di Vila Joglo, Desa Cikahuripan, Kabupaten Bandung Barat. Suasana acara terasa hangat namun serius, mencerminkan komitmen organisasi dalam memberantas praktik korupsi di Indonesia.

Perayaan HUT ke-3 LAKI ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari unsur pemerintah dan keamanan setempat, yang menunjukkan dukungan serta sinergi antara elemen masyarakat dan aparat dalam pengawasan publik. Tampak hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kapolsek Lembang, Danramil Lembang, Camat Lembang, serta Kepala Desa Cibodas.

Selain unsur pemerintahan, kehadiran perwakilan dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Sundawani juga turut memeriahkan acara, menandakan adanya kolaborasi luas antar-komponen masyarakat dalam gerakan anti-korupsi.

Dalam sambutannya, Ketua LAKI, Gunawan Rasyid, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan organisasi selama tiga tahun terakhir. Ia menekankan bahwa usia tiga tahun merupakan momen refleksi untuk memperkuat fondasi organisasi.

“Dengan usia ke-3 tahun ini, harapan kami adalah LAKI bisa menjadi lebih solid lagi. Kami ingin menjalin ikatan kekeluargaan yang lebih kental di antara anggota,” ujar Gunawan Rasyid.

Lebih lanjut, Gunawan menegaskan bahwa tujuan utama dari penguatan internal ini adalah agar LAKI dapat terus tumbuh dan berkembang sebagai mata rakyat. “Kami akan terus tumbuh untuk mengawasi kinerja pemerintah maupun para pejabat publik. Pengawasan ini penting untuk memastikan amanah rakyat dijalankan dengan bersih dan transparan,” tambahnya.

Pemilihan tema “Rampas Aset Dan Hukum Mati Korupsi” dalam perayaan kali ini dinilai sebagai sikap keras LAKI terhadap fenomena korupsi yang masih merajalela. Tema ini menyiratkan tuntutan agar penegakan hukum tidak hanya menjebak pelaku, tetapi juga mengembalikan aset negara yang hilang dan memberikan efek jera maksimal melalui hukuman terberat.

Melalui momentum HUT ke-3 ini, LAKI berharap dapat semakin aktif dalam melakukan pengawasan sosial dan mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih di wilayah Kabupaten Bandung Barat khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

** Tjn **