Pemkab Bandung Barat Lakukan Penyegaran Organisasi, Bupati Jeje Ritchie Ismail Lantik Pejabat Tinggi Pratama dan Administrator

BANDUNG BARAT ROIS 7

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, secara resmi melantik dan mengambil sumpah janji jabatan dua pejabat pimpinan tinggi pratama serta satu pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (28/10/2026). Prosesi pelantikan khidmat tersebut dilangsungkan di lantai 2 Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bandung Barat.

Mutasi dan pelantikan ini menjadi bagian penting dari langkah strategis Pemkab Bandung Barat guna memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan efektivitas organisasi, serta memastikan penyelenggaraan pelayanan publik kepada masyarakat berjalan semakin optimal.
Adapun pejabat yang dilantik dalam kesempatan tersebut meliputi:

1..Yoppie Indrawan Iskandar, S.E. — sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) KBB, kini resmi dilantik menjadi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) KBB.

2. .Dr. Intan Cahya Rachmat, S.H., M.H. sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Tenaga Kerja, kini dipercaya mengemban amanah baru sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat.

3 .Asep Setiawan, S.E., M.M. — yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Ahli Muda pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) KBB, kini dilantik sebagai Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil pada perangkat daerah yang sama.

Penguatan Tata Kelola Melalui Manajemen Talenta ASN
Dalam arahannya, Bupati Jeje Ritchie Ismail menegaskan bahwa penataan dan penyegaran jabatan merupakan instrumen krusial untuk mendukung kelancaran roda pemerintahan serta mendongkrak kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Pada hari ini saya telah melantik dua pejabat pimpinan tinggi pratama dan satu pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kita memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan efektivitas organisasi, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan semakin baik,” ujar Jeje.

Ia menjelaskan, setiap penempatan dan pergeseran pejabat dilakukan secara cermat dengan berpijak pada kompetensi, potensi, rekam jejak kinerja, serta kebutuhan riil organisasi. Dengan demikian, para pejabat yang mengemban amanah baru diharapkan mampu bekerja secara profesional, penuh tanggung jawab, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa Pemkab Bandung Barat kini telah menerapkan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang secara resmi telah memperoleh persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sistem ini diterapkan untuk membangun pola pengelolaan karier ASN yang jauh lebih objektif, transparan, dan terukur berdasarkan kompetensi pegawai.

“Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan karier ASN yang lebih objektif, terukur, dan sesuai dengan kompetensi. Ke depan, penataan kepegawaian akan terus kita lanjutkan, termasuk pengisian jabatan administrator dan jabatan pengawas serta pengukuhan pejabat sejalan dengan penyesuaian nomenklatur organisasi,” imbuhnya.

Penataan Dilakukan Secara Bertahap dan Profesional
Pemkab Bandung Barat dipastikan telah menyusun tahapan, skala prioritas, serta jadwal yang jelas dalam pelaksanaan penataan kepegawaian ini. Seluruh keputusan penempatan senantiasa diambil secara objektif, profesional, dan berpedoman pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap membuka ruang terhadap berbagai masukan dan aspirasi yang berkembang. Namun, penentuan kebijakan mutasi tetap dikembalikan pada prinsip kebutuhan organisasi dan kepentingan penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel.
“Penataan jabatan akan kita laksanakan secara bertahap, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Jeje.

Menutup arahannya, Bupati berpesan kepada para pejabat yang baru dilantik agar segera beradaptasi, memahami dinamika internal organisasi masing-masing, memetakan persoalan yang menjadi skala